Senin, 21 November 2011

Resah dalam kenikmatan



kiri kanan larak lirik
komat kamit jerat jerit
ah!
resah dalam kenikmatan.
irama rintihan memancarkan hasrat!
surga neraka!
surga neraka!
surga neraka!
surga neraka!
ah!
masa bodoh!
nikmati saja!

Rangkasbitung, 6 Februari 2011

Fadri Irman

Nyambut Paeh

Nyambut Paeh

oleh Fadri Irman pada 14 Maret 2011 
 
"mun aing nyaho rek paeh aing hayang diramekeun kupangajian, jadi ainggeh sabari nungguan aing rek paeh sabari ngadangukeun pangajian."
"aya naon eta diya?"
"Aing ngimpi, tina impianna aing rek paeh, geus kitu di imah aing rame nukeur ngarajikeun aing"
"terus dia parcaya kana impian?"
"aing hayang paehna siga na impian, ulah ngaramekeun nu teu aya hartian, mendingan ngaramekeun acara dina kapaehan!"
'Liyeur aing ngobrol jeung dia!"
"kumaha aing bae oooooooh!".

Seraut Wajah Penuh Misteri

Seraut Wajah Penuh Misteri


Pelataran bambu itu terdengar lantunan angin malam nan melengkapi lamunanku akan mimpi di pucuk malam, seraut wajah menyapaku dalam malam. Senyum manisnya menamparku, tak terasa linangan air mata menetes tak menentu. Seraut wajah mendekapku dalam imaji, kahangatan mimpi seakan nyata.
Oh! aku tak mau bangun dari mimpi, walaupun terpaksa bangun akan kujadikan asa. Aku tak mau diperkosa imaji, tapi aku mau bersetubuh dengan imaji supaya seraut wajah penuh misteri ikut merasakannya juga.

Seraut wajah penuh misteri selalu datang tiap hembusan nafasku,
Seraut waja penuh misteri selalu mengajar imaji.
Seraut wajah penuh misteri selalu kembali walaupun dia berlari tuk pergi.
Seraut wajah penuh misteri kau paling hobi berteka teki.

Nyanyian malam dengan gemerlap mega-mega mengundang irama keindahan,
Gundah sirna, asa pun bangkit.
Seraut wajah penuh misteri aku selalu menanti, tapi tak mau dalam mimpi.
Menjelmalah kau jadi bidadari ku.



Binuangeun, 26 Januari 2011

oleh Fadri Irman pada 26 Januari 2011 

ranting telah patah

ranting telah patah

langkah adalah irama kehidupan.
belantara saksi takan terlupakan.
pasang surut itu kenyataan.
luka tergores menjadi ukiran.
aku terbang mencari kenyamanan.
ranting telah patah.
hinggap entah pada siapa.

oleh Fadri Irman pada 9 Juli 2010 jam 10:46

senandung kengiluan

senandung kengiluan

        karya. Fadri Irman

Senandung duka melantunkan kengiiluan
Emosi mengaga tapi tak biasa

Lolongan penguasa menjadi lantunan kepedihan
Janji fiktif melukiskan imaji
Aku pun  diperkosa harapan

Malingping, …Oktober 2010

lorong kehidupan

lorong kehidupan

karya: Fadri Irman
ruang kelabu menyusuri lorong kehidupan,
mentari redup pagi ini
angin menyisiri rambutku
rinaipun terjadi pagi ini.

oleh Fadri Irman pada 13 Januari 2010 

ingin dibaca

ingin dibaca

Tak tik tuk tok tok tok tek tek tek tak
Pang ping pung peng peng pong
Aku menganga di ujung surya
Menari di atas kepala
Car cir cur cer cer cer
Peluh merontokan sesah
Pengap memutar sesak
Ah
Aku ingin di baca sebelum senja menutup diri
Ah
Akulah penglompat kata-kata



Wanasalam, 24 April 2010



Karya, Fadri Irman S.pd

SAJADAH

SAJADAH
Karya: Fadri Irman

Mari semuanya membentangkan sajadah
kita menghadap -Nya
waktu menemui panggilan Illahi

Malingping, 31 Des' 09

SENJA DIPELABUHAN DUKA

SENJA DIPELABUHAN DUKA
Karya: Fadri Irman

senja dipelabuhan duka
waktu menyapu hari
gundah terpatri diri
terbuai imajinasi liar

gelora berpadu nafsu
hasrat tak kuasa
dentang membuyarkan mimpi

Malingping, 1 jan '10


SENJA MENYAPA

SENJA MENYAPA
                        Karya: Fadri Irman

alam menyapa dengan rinai
sejuk mengalunkan jiwa
awan menari di atas bukit
senja menyapa dengan senyum
Malingping, 30.12.2009

BIMBANG
                   Karya: Fadri Irman

hujan malu-malu
panas malas-malas
aku bimbang
Malingping, 30.12.2009

BUMI PERTIWI BERDUKA


BUMI PERTIWI BERDUKA
Karya: Fadri Irman

desember kelabu
langit menghitam
derai air mata menari
bumi pertiwi berduka
bendera setengah tiang berkibar layu

kau pergi meninggalkan arena!
kau lari dari panggung sandiwara!
kau merajut surgawi!

senyummu, guyonmu, tawamu, pola pikirmu menyatu dalam mimpi.

Malingping, 31.12.2009

pemerkosaan


pertiwi gerah melihat kekalutan,
perang kata-kata di media menjadi sarapan pagi hari,
pemerkosaan hak hal yanng biasa

                                  oleh Fadri Irman pada 23 Maret 2010 jam 21:00


hamparan

hamparan

hamparan kata-kata terbentang,
kucuil menjadi sebuah bahasa mutiara,
imaji kulabuhkan menjadi puisi

oleh Fadri Irman pada 23 Maret 2010 

cemas

cemas

perang intelektualpun dimulai,
cemas terlukis di paras anak pertiwi,
dengan senjata pemahaman dia menang.

oleh Fadri Irman pada 22 Maret 2010 jam 21:05

Asal kata

Asal kata


Kata menjadi harta
harta menjadi kaya
kaya menjadi tahta
tahta jadi rebutan.

oleh Fadri Irman pada 12 Mei 2010 

lunglai

lunglai

langkah lunglai tersungkur dalam kenestapaan,
terpuruk tak kuasa bangkit,
getir terbenam dalam sukman,
kilometer menjadi catatan sejarah,
kini tebungkam kepalsuan,
janji jadi ukiran hampa,
gersang hidup ku alami,
kering kerontang menggelegar hidup,
dahaga tak terobati,
penyesalan mekar kembali,
kau tampakan wajah palsumu,
yang selalu membuai mimpi,
aku mati rasa,
kau tanam bibit dusta di wajahmu,
sirna sudah auramu!


oleh Fadri Irman pada 10 Juli 2010 jam 11:04

tirai

tirai

kemana lagi kucari,
pengganti mawar nan layu,
adakah ini bisa berhenti,
aku benci! aku pasti!
getaran batin ini tak kuasa kulupakan,
tirai ini harus segera kututup.

oleh Fadri Irman pada 10 Juli 2010

kanvas

kanvas


terdengar sayup kerinduan,
terpatri masa lampau,
gundah membuai mimpi,

dikanfas ini pernag terlukis yang kini mulai pudar dimakan senja,
kuas mulai menari-nar di mencari keberadaan nan pasti,
kuarungi lautan tinta menggapai asa,
aura adinda kian hari kian sirna,
aku mulai mengembara di rimba kata-kata.
melepaskan penat nan kelabu,
aku masuk jurang maya dan berusaha bangkit walau tertatih-tatih,
pagi pasti kembali.

oleh Fadri Irman pada 10 Juli 2010

Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup

1. kita bertatap muka
2. kita bercengkrama
3. waktunya kita berpisah
4. sampai jumpa dilain waktu

Bagedur, 17 Des 2010
Fadri Irman

Menggores Duka

Menggores Duka

Sengau lantunkan ngiau
ngiau memekik ngau
ngau menampar ngilu
ngilu menusuk kau
kau kau kau
terbahak menggores duka

oleh Fadri Irman pada 18 Desember 2010 jam 13:50